Renungan Petang
Isnin, 24 September 2018
Isnin, 24 September 2018
Allah Sedang Menyaksikan
Kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. 1 Korintus 4:9.
Dunia ini adalah sebuah pentas pertunjukan para aktor, para penghuninya, yang sedang bersedia untuk memainkan peranan mereka dalam drama besar yang terakhir. Dalam sejumlah besar kumpulan manusia tidak ada kesatuan, kecuali bila orang-orang berkerjasama untuk menyelesaikan tujuan-tujuan mereka yang bersifat ego. Allah sedang menyaksikan gelagat manusia. Tujuan-tujuanNya mengenai para pendurhakaNya akan digenapi. Dunia ini belum diserahkan ke dalam tangan manusia walaupun Allah sedang membiarkan elemen-elemen kebingungan dan kekacauan bermaharajalela untuk sementara.
Sebuah kekuatan sedang bekerja untuk menampilkan pertunjukan besar yang terakhir dalam drama itu. Setan datang seakan-akan seperti Kristus, dan bekerja dengan semua yang dapat disesatkan dari ketidakbenaran dalam diri orang-orang yang mengikatkan diri mereka sendiri secara bersama-sama dalam perkumpulan-perkumpulan masyarakat yang bersifat rahasia. Mereka yang menyerah pada hasrat untuk kerjasama itu sedang melakukan rancangan-rancangan jahat.
Pelanggaran hukum sudah hampir mencapai hadnya. Kebingungan memenuhi dunia ini, dan sebuah pembunuhan besar-besar akan segera datang menimpa semua manusia. Akhir zaman itu sangat dekat. Kita yang mengetahui kebenaran haruslah sentiasa bersedia untuk apa yang akan menimpa dunia ini seperti sebuah kejutan yang luar biasa. Seperti sebuah kejutan di hari lahir kamu. Bersedia dengan sebarang kemungkinan.
Apakah kita sebagai sebuah umat percaya sedang tertidur? Jika para belia kita yang saat ini tidak bersedia untuk kedatangan Tuhan, mereka tidak layak menjadi anggota-anggota keluarga Tuhan kelak nanti. Betapa pentingnya sebuah perubahan terihat dalam diri mereka. Tuhan Yesus sedang memanggil para pekerja yang menyangkal diri sendiri untuk mengikuti jejakNya, untuk berjalan dan bekerja untuk Dia, untuk memikul salib, dan mengikuti ke mana Dia memimpin jalan.
Ramai orang percaya merasa puas dan bosan mempersembahkan kehidupan mereka kepada Tuhan dengan tindakan-tindakan yang sambil lewa. Kekristenan mereka begitu lemah. Kristus memberikan diriNya sendiri bagi para pendosa. Haruslah dengan percaya demi penyelamatan jiwa-jiwa sebagaimana kita melihat umat manusia sedang binasa di dalam dosa. Jiwa-jiwa ini sudah dibeli dengan harga yang tidak terkira. Kematian Anak Allah di salib Kalvari adalah ukuran dari harga mereka. Hari demi hari kita harus memutuskan apakah kita akan memiliki hidup yang abadi atau kematian yang kekal.
Milikilah sebuah kehidupan yang benar dengan tindakan yang percaya kepadaNya. Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:
Catat Ulasan