Renungan Petang
Isnin, 17 September 2018
Isnin, 17 September 2018
Menolak Undangan
"Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf." Lukas 14:18
Lukas 14:15-24 adalah perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih atau suka memberikan alasan. Dalam kisah ini Tuhan Yesus menggambarkan hal Kerajaan Syurga seperti seorang Tuan yang mengadakan jamuan yang besar dan menjemput ramai orang untuk datang ke majlisnya. Biasanya orang akan bergembira dan menunjukkan respon yang baik ketika diundang ke sebuah majlis.
Pesta atau jamuan besar itu biasanya lebih kepada makanan yang sedap dan acara yang meriah. Namun dalam kisah ini respon orang-orang yang diundang kelihatan sangat mengejutkan, sekaligus mengecewakan. Mereka menolak undangan itu dengan berbagai dalih atau alasan, padahal si Tuan yang empunya acara ini berkata, "...rumahku harus penuh." (ayat 23). Menolak undangan bermaksud kehilangan kesempatan untuk menikmati perjamuan.
Inilah gambaran dari orang-orang yang menganggap remeh berita penyaliban Yesus yang menyelamatkan dunia. Memang, "...pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah." (1 Korintus 1:18). Mereka secara terang-terangan menolak keselamatan yang ditawarkan Allah melalui AnakNya, Yesus Kristus.
Walhal "...begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah." (Yohanes 3:16-19).
Nampaknya begitu ramai orang yang sengaja melecehkan dan mempermainkan Yesus Kristus. Walhal hanya oleh iman di dalam Yesus Kristus kita boleh diselamatkan. Malahan ada juga orang percaya kepada Tuhan acapkali mensia-siakannya dengan tidak mengerjakan keselamatan itu dengan hati yang takut dan gentar (baca Filipi 2:12-13).
Kita tidak lagi memberi respon yang positif kepada keselamatan yang telah kita terima dengan percuma itu dengan cara melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari kebenaran firman Tuhan, dan menganggapnya sebagai satu hal yang biasa.
Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:
Catat Ulasan