Selasa, 11 September 2018

Renungan Petang SDA, Selasa 11 September 2018


Renungan Petang
Selasa, 11 September 2018

Berkat Tuhan Selalu Baru Setiap Hari

"Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya" Lukas 11:3

Tidak pernah merasa puas adalah sifat manusia.  Dalam banyak hal, manusia selalu menginginkan lebih dari apa yang telah diperolehi dan selalu ingin mendapatkan lebih daripada cukup. "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia." (Pengkhotbah 5:9).

Tuhan tentu tahu bahawa manusia tidak pernah merasa puas, cenderung ingin lebih lagi. Oleh itu, Dia mengajar murid-murid-Nya berdoa demikian: "Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya" (Lukas 11:3). Ayat ini mengajarkan kita berserah dan sentiasa mendahulukan Tuhan setiap hari. Kalau kita dapat menyerahkan kehidupan kita kepadaNya setiap masa, kita tidak akan merasa khuatir dan tak timbul rasa tamak.

Keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik sungguh sangat melelahkan. Alkitab menasihati, "Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."  (Roma 12:3).  Sebagai manusia kita takkan mampu menjangkau apa yang jauh di hadapan.

Apa yang akan terjadi di kemudian hari, entah itu esok atau lusa, tak seorang pun tahu. Hari esok bukanlah milik kita tetapi sepenuhnya di dalam kawalan Tuhan, Dialah yang empunya hari esok. Maka dari itu, "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu."  (Amsal 27:1). Jika hari esok itu tiba, percayalah Bapa telah menyediakan segala sesuatu yang terbaik yang kita perlukan.

Apakah kita dapat memakan hidangan untuk satu minggu kemudian hanya dengan sekali makan?  Apakah manusia dapat menghirup udara sekaligus untuk disimpan sebagai stok selama satu bulan kemudian hanya dengan satu kali tarikan nafas? Tidak! Kita hanya dapat menerima berkat Tuhan setiap hari sesuai dengan apa yang kita perlukan. Hal ini mengajar kita untuk berserah terus kepada Tuhan setiap masa.

"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" Ratapan 3:22-23. Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan