Renungan Petang
Sabat, 29 September 2018
Sabat, 29 September 2018
Bumi Yang Bergolak
Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Wahyu 6:12.
Bukan hanya nubuatan meramalkan cara dan bagaimana kedatangan Kristus, tetapi juga menyajikan tanda-tanda yang harus diketahui oleh setiap orang akan waktuNya sudah dekat. Demikianlah pewahyu itu menggambarkan yang pertama dari antara tanda-tanda untuk mendahului kedatangan Yesus yang kedua itu: “Terjadilah gempa bumi yang dahsyat; dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut, dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.”
Tanda-tanda tersebut telah disaksikan sebelum permulaan abad ke-19. Dalam penggenapan nubuatan ini, dalam tahun 1755, gempa bumi yang sangat mengerikan yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia. Walaupun secara umumnya hanya dikenali sebagai gempa Lisbon, tetapi itu tersebar lebih luas ke benua Eropah, Afrika, dan Amerika. Gempa itu dapat dirasakan di Greenland, Hindia Barat, pulau Madeira, Norwegia dan Swedia, Inggris Raya dan Irlandia.
Gempa itu meliputi tidak kurang daripada empat juta mil persegi. Di benua Afrika kekuatan gegarannya hampir sama dahysatnya dengan di Eropah. Sebahagian besar wilayah Aljazair hancur; dan sebuah kampung yang jaraknya dekat dari Maroko, yang berpenghuni sekitar lapan atau sepuluh ribu penduduk telah ditelan bumi. Tsunami menyapu pantai di Spanyol dan Afrika, menelan kota-kota, dan menyebabkan kerosakan besar.
Di Sepanyol dan Portugal gempa bumi telah menyebabkan kerosakan yang amat luar biasa. Di kota pelabuhan Cadiz, tsunami atau ombak besar dilaporkan setinggi enampuluh kaki. Gunung-gunung, “sebahagian yang terbesar di Portugal, tergoncang secara mendadak dari dasar-dasarnya.”……--Sir Charles Lyell, Principles of Geology, p. 495…… “Gempa bumi itu terjadi pada hari yang kudus, ketika gereja-gereja dan pertemuan-pertemuan dipenuhi oleh ramai orang yang mana tidak dapat melarikan diri.” –Encyclopedia Americana, art. “Lisbon,” note (ed. 1831)….. Dikatakan sembilan puluh ribu terkorban pada hari kejadian itu.
Betapa seringnya kita mendengar kejadian gempa bumi dan ribut taufan, kerosakan disebabkan oleh kebakaran dan banjir, mengakibatkan kehilangan nyawa dan harta benda. Kelihatannya bencana-bencana ini merupakan wabah yang berubah-ubah dari kekuatan-kekuatan alam yang tidak terkata dan tidak dapat dikawal oleh manusia. Namun di dalam semuanya itu, tujuan Allah dapat dibaca, Tuhan ingin menyedarkan kita. Kita harus bersedia pada kedatanganNya. Agen-agen Tuhan berusaha membangunkan laki-laki dan perempuan untuk menyedarkan mereka dari bahaya.
Teruskan bertekun di dalam doa. Bersandarlah kepadaNya setiap masa. Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:
Catat Ulasan