Jumaat, 28 September 2018

Renungan Petang Jumaat, 28 September 2018


Renungan Petang
Jumaat, 28 September 2018

Orang Kristen Harus Bijaksana

"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." Mazmur 90:12

Menjadi orang yang berjaya, mempunyai kedudukan tinggi, pintar, terkenal dan kaya raya adalah impian semua orang. Inilah kehidupan orang dunia, di mana setiap individu selalu menilai orang lain berdasarkan apa yang kelihatan secara kasar mata. Hanya sedikit orang yang mempunyai kerinduan untuk menjadi orang yang bijaksana.

Namun Alkitab mengatakan demikian, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" (Matius 16:26). Tuhan menghendaki setiap kita memiliki hati yang bijak, menjadi peribadi-peribadi yang bijaksana. Bijaksana biasanya tidak berkaitan dengan kecerdasan atau kepintaran seseorang. Ramai orang yang cerdas dan berpendidikan tinggi hidup secara tidak bijaksana. 

Itulah sebabnya firman Tuhan memberi peringatan,  "Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;" (Amsal 3:7). Untuk menjadi orang yang bijaksana tiada jalan lain selain percaya kepada Tuhan, menyediakan banyak waktu untuk bersama denganNya dan merenungkan firmanNya. Semakin kita melakukan perintah Tuhan semakin kita dibentuk menjadi peribadi yang bijak.

Inilah yang dirasakan Daud, "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu." (Mazmur 119:97-100).


Bangsa Israel ditegur tegas oleh Tuhan kerana mereka melupakan ajaranNya, "...hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana?" (Ulangan 32:6). Langkah permulaan menjadi orang Kristen yang bijak adalah merenungkan dan melakukan fimanNya siang dan malam. Sudahkah kita melakukannya setiap hari? Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan