Sabtu, 20 Oktober 2018

Renungan Petang Ahad, 21 Oktober 2018




Renungan Petang
Ahad, 21 Oktober 2018

Berfikir Secara Positif

"Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--," 1 Petrus 4:1

Ketika mengalami pelbagai masalah atau penderitaan hidup, hal pertama yang biasanya kita lakukan adalah berfikir dan bercakap tentang hal-hal yang negatif. Mengeluh, tidak bersemangat, tak berpuas hati dan mengasihani diri sendiri. "Apakah dosa dan salahku? Mengapa kehidupanku penuh dengan masalah? Mengapa Tuhan membiarkan aku seperti ini?"

Alkitab mengajar kita untuk berfikir secara matang atau positif terlebih dahulu. Ubahlah cara anda berfikir. Penting untuk difikirkan, selama kaki kita berpijak di atas bumi ini kita takkan pernah terlepas dari masalah atau kesukaran. Bersedialah untuk menghadapinya. Maka milikilah sikap hati yang benar dalam menghadapi permasalahan, sebab Tuhan selalu turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. (Roma 8:28).

Ada kalanya Tuhan izinkan masalah atau penderitaan sebagai cara untuk membawa kita semakin dekat kepada-Nya, tidak lagi berpaut pada kekuatan sendiri, dan semakin menjauhkan kita dari pelanggaran terhadap firman-Nya. Daud berkata, "Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." (Mazmur 119:67, 71).

Orang percaya dituntut untuk menjadi dewasa dalam berfikir mahupun bertindak. Orang yang dewasa rohani pasti sanggup menghadapi masalah atau kesukaran hidup dengan pemikiran yang dewasa, di mana dia mampu membezakan mana yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Tidak lagi suka mengeluh, tidak lagi suka marah-marah, tidak lagi suka menyalahkan orang lain atau keadaan, tidak mudah berputus asa atau mengasihani diri sendiri.

Rasul Paulus berkata: "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu." (1 Korintus 13:11). Masalah atau penderitaan adalah proses yang memimpin kita kepada kedewasaan rohani.

Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan