Isnin, 22 Oktober 2018

Renungan Petang Selasa, 23 Oktober 2018



Renungan Petang
Selasa, 23 Oktober 2018

Anda Dipilih Melaksanakan TugasNya

"Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan," Ibrani 11:32-33

Yefta adalah salah satu dari saksi-saksi iman yang tertulis di dalan Alkitab. Maksudnya dia memiliki iman yang setaraf dengan Gideon, Barak, Simson, Daud, Samuel dan para nabi lainnya (Ibrani 11:32-33). Dia dipilih Tuhan sebagai hakim atas Israel selama 6 tahun dan bahkan Alkitab mencatat "...Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa," (Hakim-Hakim 11:1). Apakah ada 'sesuatu' di dalam diri Yefta sehingga dia dipilih dan dipakai Tuhan untuk menjadi alat kemuliaan-Nya.

Sebenarnya Yefta memiliki latar belakang yang buruk kerana dia dilahirkan dari "...seorang perempuan sundal;" (Hakim-Hakim 11:1), sehingga kebanyakan orang menyebutnya sebagai 'sampah' masyarakat.  Sedangkan ayahnya adalah Gilead, termasuk keturunan dari suku yang tak diperhitungkan. Gilead mempunyai isteri yang sah, tetapi dia mempunyai hubungan sulit dengan perempuan sundal, dan lahirlah Yefta.

Ketika masih kecil semua anak dari isterinya yang sah mahupun tidak tinggal bersama-sama. Namun setelah dia dewasa, Yefta diusir. Dia pun lari ke tanah Tob, "...di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia." (Hakim-Hakim 11:3).  Dengan kata lain Yefta tinggal dan hidup di 'lembah hitam'. Namun Tuhan memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan hidup seseorang.

"Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani." (Keluaran 33:19). Oleh kerana kasih karunia, Yefta pun dipilih Tuhan untuk menjadi alat-Nya, maka "...Roh TUHAN menghinggapi Yefta..." (Hakim-Hakim 11:29).

Apa pun latar belakang hidup, kita tak perlu merasa sedih dan rendah diri. Orang boleh sahaja merendah-rendahkan kita tetapi percayalah bahawa kita ini berharga di mata Tuhan. "Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti," (1 Korintus 1:27-28).

Tak ada yang terlalu sukar bagi Tuhan untuk memilih dan memakai hidup seseorang. Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan