Renungan Petang
Selasa, 16 Oktober 2018
Selasa, 16 Oktober 2018
Berjaga Dan Berdoalah
"Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Lukas 21:36
Hari-hari ini kita berada di masa-masa yang sukar menjelang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus yang kian mendekat. Cuba perhatikan dengan teliti keadaan dunia sekarang ini. Sudah sangat jelas bahawa semua yang sedang terjadi adalah tanda-tanda akhir zaman, sebagaimana tertulis di dalam Alkitab.
Sebagai orang percaya seharusnya kita semakin peka rohani melihat akan hal ini. Firman Tuhan tiada henti-hentinya mengingatkan dan menasihati agar kita benar-benar memperhatikan bagaimana kita hidup, "...janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," (Efesus 5:15). Jangan lagi kita bertindak melulu atau sesuka hati dan mensia-siakan waktu yang ada.
Sebaliknya kita harus mempergunakan waktu atau kesempatan yang ada sebaik mungkin, sebab "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." (2 Petrus 3:9). Kita diminta sentiasa berjaga-jaga sambil berdoa.
'Berjaga-jaga' merujuk kepada tindakan berhati-hati untuk kita bertindak dan melakukan, berfikir begitu rupa, penuh kesedaran dan pertimbangan sebelum melakukan tindakan atau perbuatan supaya tidak menyimpang dari kebenaran, sebab Tuhan menghendaki kita memiliki gaya hidup yang 'berbeza' dari orang-orang dunia. Dengan kata lain kita tidak melakukan perkara yang sama seperti yang orang dunia lakukan.
Tuhan berfirman, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2). Jika orang dunia hidup menurut keinginan daging (hawa nafsunya), melibatkan diri dalam pesta pora dan kemabukan, maka kehidupan orang percaya tidak boleh demikian.
Kita harus hidup menurut pimpinan Roh Tuhan, sehingga kehidupan kita sesuai dengan kehendakNya. Dengan berjaga-jaga kita tidak mudah jatuh terjerumus ke dalam berbagai ujian yang ada.
Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:
Catat Ulasan