Selasa, 2 Oktober 2018

Renungan Petang Selasa 02 Oktober 2018


Renungan Petang
Selasa 02 Oktober 2018

Apakah Anda Benar?

"Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama." Roma 2:1

Pemungut cukai adalah orang yang memungut pajak dari rakyat Israel atas nama kerajaan Roma. Dia menjadi musuh oleh orang-orang Israel kerana dianggap melayan penguasa Roma dan menindas orang-orang sebangsanya. Dia dipandang sebagai orang yang kejam dan tidak memiliki hati nurani.

Namun si pemungut cukai datang kepada Tuhan dengan hati yang hancur. "Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah." (Mazmur 51:19). Dan ada tertulis, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). 

Pemungut cukai mengakui segala dosa dan pelanggaran kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan Tuhan berkenan, sehingga  "Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak." (Lukas 18:14). Sebaliknya Tuhan sangat mencela orang Farisi yang datang kepadaNya dengan penuh kesombongan, membenarkan diri sendiri dan cenderung menghakimi orang lain, padahal "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6). 

Menurut penilaian manusia, apa yang dilakukan orang Farisi ini begitu rohaniah dan pasti berkenan kepada Tuhan. Tetapi, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7). Tuhan tahu bagaimana motivasi kita saat melakukan sesuatu dan dalam menjalankan ibadah. Tuhan tidak dapat dikaburi dengan aktiviti-aktiviti rohani kita. 

Merasa dirinya benar adalah berbeza dengan dibenarkan oleh Tuhan. Jadi jangan sekali-kali memendang rendah terhadap orang lain dan menjadi sombong sehingga mata kita tertutup terhadap kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Kita diselamatkan semata-mata karena kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, "...jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:9). Orang yang meninggikan diri akan direndahkan oleh Tuhan.

Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan