Sabtu, 24 November 2018

Renungan Petang 25 November 2018



Renungan Petang
25 November 2018

Satu Langkah Menuju Kematian

"Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan untuk membunuh Daud." 1 Samuel 20:33

Kehidupan Daud pada masa itu terancam ketika dirinya dia dikejar-kejar oleh Saul. Pernyataan ini disampaikannya di depan Yonathan anak Saul, 1 Samuel 20:3,"...hanya 1 langkah jaraknya antara aku dan maut..." Pernyataan ini sesungguhnya adalah  sebuah "warning" atau peringatan untuk setiap manusia, siapapun dia, apapun statusnya, di manapun dia berada, dan ke manapun dia pergi. Ingat bahawa kita hanya "selangkah dengan kematian".

Namun kematian, atau ancaman kematian bukanlah sebuah bahaya yang perlu difikirkan lebih jauh tetapi bagaimana hubungan kita bersama Yesus. Daud berkongsi pengalamannya ketika berada di dalam ancaman kematian, dalam kata-katanya yang indah dalam Mazmur 23:4, terjemahan lama, "jikalau aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, tiada juga aku takut bahaya, karena Engkau juga menyertai aku." Kerana Daud sudah meletakkan kehidupanya hanya kepada Yesus.

Di dalam kehidupan yang sementara ini, kita tidak dapat menghindari diri dari ancaman maut, kita tidak dapat mengelak dari kematian, kita tidak dapat melawan ajal, kita tidak dapat menolak bahaya kematian, dan mungkin kita tidak dapat mengurangi risiko-risiko bahaya, tetapi yakinkanlah dan pastikanlah pada diri kita saat ini dan seterusnya, kita akan mengalami kematian. Mati kerana nama Yesus atau mati dengan sia-sia kerana pilihan sendiri? Persoalannya, apakah kehidupan kita ini sejalan bersama dengan Yesus?

Bersama Yesus, walaupun kehidupan yang membimbangkan bagaikan sedang berjalan menuju ke "air yang tenang" dan bagaikan sedang berbaring di "rumput yang hijau". Semoga saat ini berlalu bagi kita dengan perasaan damai, tenang, gembira dan optimis kerana kita bersama Yesus. Maka marilah kita memilih, "Selalu Bersama Dengan Yesus" setiap masa agar kita tidak akan pernah takut ancaman kematian sekalipun oleh siapapun dan dengan cara apapun yang ada di depan kita. Tuhan memberkati Anda!


Tiada ulasan:

Catat Ulasan