Renungan Petang
Jumaat, 09 November 2018
Waspadalah Terhadap Ketamakan
"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Lukas 12:15
Apakah benar kekayaan itu sesuatu yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia? Dengan kekayaan orang dapat memenuhi keinginannya. Sebagai manusia biasa ini adalah wajar, bukan? Bukanlah dosa mempunyai kekayaan kerana Alkitab tidak pernah melarang umat-Nya memiliki kekayaan yang berlimpah (menjadi kaya). Tuhan Yesus berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10).
Namun harus diingatkan bagaimana cara memperolehi kekayaan atau menjadi orang kaya, kerana cara orang mengurus kekayaan itu akan menentukan sikapnya terhadap kekayaan itu sendiri. Harus ada kesedaran diri untuk lebih berhati-hati dengan bahaya atau ancaman dari kekayaan tersebut.
Kekayaan tidak pernah memberikan kepuasan atau rasa lebih daripada cukup. "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?" (Pengkhotbah 5:9-10).
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita agar sentiasa memiliki rasa cukup dan berpuas hati. "Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah." (1 Timotius 6:6-8).
Rasa cukup diterjemahkan dari kata Yunani (autarkeias) yang bermaksud kepuasan batiniah yang membuat seseorang menjadi bahagia dengan apa yang dimilikinya. Rasul Paulus berkata, "...sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan." (Filipi 4:11). Yesus juga mengajarkan konsep rasa cukup ini (Matius 6:11).
Jadi sesungguhnya rasa cukup itu tidak bergantung kepada seberapa banyak kekayaan harta yang dimiliki, melainkan bagaiman sikap hati orang terhadap kekayaan yang ada padanya. Ada ramai orang yang memiliki kekayaan yang banyak tetapi tak pernah merasa cukup. Belajarlah bersyukur dengan yang ada pada kita. Itulah pemberian Tuhan kepada kita.
Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:
Catat Ulasan