Sabtu, 17 November 2018
Renungan Petang Ahad, 18 November 2018
Renungan Petang
Ahad, 18 November 2018
Di Dalam Yesus Kita Katakan "Ya"
"Sebab Kristus adalah 'ya' bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan 'Amin' untuk memuliakan Allah." 2 Korintus 1:20
Kebimbangan adalah salah satu faktor penghalang untuk memperolehi apa yang dijanjikan Tuhan. "...orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan." (Yakobus 1:6-7). Kebimbangan yang masih bermain di dalam hati dan fikiran seperti kehidupan yang tidak bertapak di dasar. Kehidupan seperti ini adalah sukar menerima sesuatu dari Tuhan.
Tuhan Yesus menegaskan, "Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." (Markus 11:23). Bila kita ingin melihat dan mengalami perkara-perkara yang dahsyat dinyatakan di dalam kehidupan kita, jauhkan diri dari segala kebimbangan dan katakan 'ya' di dalam hati kepada Yesus.
Masih ada orang percaya yang berfikir bahawa janji-janji Tuhan itu bohong atau palsu kerana sudah sekian tahun lama mengikut Yesus namun kehidupannya tidak mengalami perubahan yang lebih baik. Bagaimana dan mengapa janji-janji firman Tuhan tidak digenapi dalam hidupnya? Apakah dia ragu-ragu dan bimbang? Apakah di dalam hati dan fikiran mengatakan 'ya' tetapi 'tidak' kepada Tuhan. Dua hati untuk percaya? 'Ya dan tidak' sama sekali tak dapat digabungkan, sama seperti terang dan gelap, "...bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2 Korintus 6:14).
Bila kita berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, kita harus yakin dan bayangkan bahawa kita sudah menerimanya. "...apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Markus 11:24). Mengapa demikian? Sebab "...di dalam Dia hanya ada 'ya'." (2 Korintus 1:19), dan "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" (Bilangan 23:19).
Oleh itu, peganglah kebenaran firman Tuhan ini, dan percayalah bahawa cepat atau lambat janji-Nya pasti digenapi. Kiranya Tuhan memberkati!
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan