Isnin, 5 November 2018

Renungan Petang Isnin, 05 November 2018




Renungan Petang
Isnin, 05 November 2018

Akan Tibanya Kematian

"Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!" (Mazmur 39:5).

Dari pernyataan Daud ini dapat disimpulkan bahawa umur manusia ada hadnya. "Sungguh, hanya beberapa telapak saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan!" (Mazmur 39:6).  Musa juga sedar akan hal ini, "Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun,"  (Mazmur 90:10). Cepat atau lambat, bersedia atau tidak suatu hari nanti manusia pasti akan berhadapan dengan kematian.

Kematian adalah sesuatu yang menakutkan dan mengerikan bagi orang-orang di luar Tuhan. Tetapi bagi orang percaya, kematian adalah sesuatu yang membahagiakan. Bagaimana mungkin? Ada tertulis: "'Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.' 'Sungguh,' kata Roh, 'supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.'" (Wahyu 14:13).

Kematian memberi kesempatan kepada orang percaya untuk beristirehat dengan tenang, terbebas dari segala masalah hidup dan tidak ada lagi air mata. Dalam kematiannya orang percaya sesungguhnya sedang menunggu untuk dibangkitkan dan diangkat pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kalinya.

"Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini."  (1 Tesalonika 4:16-18).

Sebelum waktu itu tiba, adalah bijak bagi kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin supaya hal itu tidak menjadi jerat. "Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba." (Pengkhotbah 9:12).

Selagi ada waktu dan kesempatan, kumpulkan harta di Syurga dan bukan harta dunaiwi. Kiranya, Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan