Jumaat, 2 November 2018
Renungan Petang Jumaat, 02 November 2018
Renungan Petang
Jumaat, 02 November 2018
Yesus Memberikan Kesembuhan
"Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya." Markus 5:29
Walaupun usaha gigih selama ini menemui jalan buntu, perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun itu tidak patah semangat. Setelah mendengar dan melihat Yesus sedang berjalan ke arahnya, perempuan itu tidak mensia-siakan kesempatan. Sekalipun fizikalnya lemah dan Yesus sedang dikelilingi oleh kerumunan orang ramai, perempuan itu terus berusaha menjamah jubah-Nya.
Dengan penuh iman perempuan itu berkata, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28). Pada saat itu juga mukjizat telah terjadi. "Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya." (ayat Mat. 5:29). Hebat!
Kebiasaannya Yesus menyembuhkan pesakit dengan menumbangkan tangan di kepala tetapi perempuan ini mengalami kesembuhan hanya dengan menyentuh jubah-Nya. Tindakan yang dilakukan oleh perempuan itu membuktikan bahawa dia memiliki iman yang luar biasa. Ada tertulis: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1).
Tanpa iman tak mungkin orang berkenan kepada Tuhan (Ibrani 11:6). Maksudnya, jika Tuhan tidak berkenan terhadap seseorang tak mungkin Dia akan bertindak dan menyatakan kuasa-Nya bagi orang tersebut. Berkatalah Tuhan kepada perempuan itu, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" (Markus 5:34).
Tanpa iman kita tidak akan mengalami dan merasakan bagaimana Tuhan bekerja secara dahsyat, seperti yang terjadi ke atas penduduk Nazaret. Sekalipun telah mendengar bagaimana Yesus menyembuhkan segala penyakit dan melakukan banyak mukjizat, orang-orang di Nazaret tak mempercayai Dia dan menganggap bahawa Dia (Yesus) tak lebih dari anak tukang kayu.
"Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ." (Matius 13:57a-58). Yesus tidak melakukan banyak mukjizat di Nazaret bukan karena Dia tidak sanggup tetapi kerana orang-orang Nazaret tidak percaya kepada-Nya. Ketidakpercayaan menjadi penghalang untuk mengalami pertolongan Tuhan.
Iman yang teguh adalah pintu kepada kehidupan yang dipulihkan Tuhan. Tuhan memberkati!
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan