Ahad, 4 November 2018

Renungan Petang Ahad, 04 November 2018



Renungan Petang
Ahad, 04 November 2018

Tuhan Sanggup Menyembuhkan

"Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit." Matius 14:14

Jika sampai ke hari ini, kita masih dapat bernafas, menghirup udara segar setiap pagi, diberikan kesihatan tubuh badan dan masih mempunyai kesempatan untuk melakukan aktiviti harian, melaksanakan semua yang telah diamanahkan-Nya, itu semata-mata kasih Tuhan yang tak terkata. "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:22-23).

Di sudut lain, ada Saudara kita yang sedang terkulai lemah tak berdaya kerana penyakit yang dideritanya.  Hari-hari yang dilaluinya kelihatan kelabu dan sepertinya ditutup oleh awan tebal. Hati kecilnya pun bertanya-tanya, "masih adakah harapan bagiku untuk melihat hari esok?". Di dalam Tuhan selalu ada harapan. Sebab kita mempunyai Tuhan yang adalah Sang Penyembuh. Semuanya itu terjadi mengikut kehendak-Nya.

Orang beroleh kesembuhan dari Tuhan bukan kerana dia aktif dalam pelayanan, orang kaya atau berpangkat, bukan juga dia memiliki wajah yang rupawan, dia hebat dan pintar, melainkan kerana belas kasihan Tuhan. Perhatikan dua kisah ini:

Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan dan berserulah mereka kepada Tuhan: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" (Matius 20:30). Lalu, tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasihan, "...lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia." (Matius 20:34).

Juga, seorang pesakit kusta datang kepada Tuhan dan berlutut di hadapan-Nya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu... Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir." (Markus 1:40-42).

Belas kasihan Tuhan adalah pintu menuju kepada kesembuhan dan pemulihan. Mungkin bukan secara fizikal kita yang sakit tetapi ekonomi kita sedang sakit, hubungan suami-isteri sedang sakit dan pelayanan kita sedang sakit. Tak ada jalan lain selain kita harus datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan memohon belas kasihan-Nya.

"Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Roma 9:15. Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan