Jumaat, 9 November 2018

Renungan Petang Sabat, 10 November 2018




Renungan Petang
Sabat, 10 November 2018

Jangan Terjerat Dengan Ketamakan

"Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!" Lukas 12:19

Orang yang tidak pernah merasa puas dengan kekayaan yang dimiliki akan terus berusaha mendapatkan kekayaan lebih dan lebih lagi. Oleh kerana tidak pernah merasa cukup dan apabila dia tidak mampu mengawal diri, dia akan terjerat dalam ketamakan. Tamak maksudnya selalu ingin memperolehi lebih banyak untuk diri sendiri atau rakus. Tamak terhadap harta kekayaan adalah salah satu penyakit yang sangat membahayakan kehidupan manusia.

Tamak menyebabkan dengki, permusuhan, perbuatan keji, dusta, curang dan menjauhkan pelakunya dari kesetiaan kepada Tuhan. Bermula dari mengejar kekayaan, orang mula terdedah kepada dosa. "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan." (1 Timotius 6:9). Kekayaan harta itu bersifat sementara, tidak kekal, barang fana dan sekejap mata akan lenyap.

Kekayaan tidak menjamin keselamatan jiwa. Apalah gunanya orang memiliki kekayaan harta yang berlimpah-limpah jika pada akhirnya mengalami kebinasaan kekal? "...sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." (Lukas 12:15). Yesus berkata, "...sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (Matius 19:23).

Ayub juga menyedari: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya." (Ayub 1:21), maksudnya kita tidak membawa apa-apa saat datang ke dalam dunia dan kita pun tidak akan membawa apa pun juga saat meninggalkan dunia (baca 1 Timotius 6:7).

Jangan terlalu asyik mengumpulkan harta kekayaan di bumi sehingga kita lalai untuk mengumpulkan harta yang sesungguhnya iaitu, harga Syurgawi. Jangan sampai kita mengutamakan perkara-perkara duniawi lalu mengabaikan perkara-perkara rohani. "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius 6:21).

Tamak akan kekayaan hanya akan membawa seseorang kepada kebinasaan. Ketika diberkati dengan kekayaan melimpah seharusnya semakin kaya dalam kebajikan. Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan