Sabtu, 10 November 2018

Renungan Petang Ahad, 11 November 2018



Renungan Petang
Ahad, 11 November 2018

Semangat Yang Hilang

"Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." 1 Raja-Raja 19:3

Siapa di antara kita yang kebal dengan masalah? Saya rasa tidak ada. Semua tak terkecuali. Kita sebagai anggota gereja mahupun pendeta juga pernah mengalami masalah. Tetapi persoalannya, bagaimana respon dan tindakan kita terhadap masalah yang timbul. Musa juga mengakui bahawa masalah, kesusahan dan penderitaan adalah bahagian hidup sehari-hari dan itulah kebanggaan hidup manusia (baca Mazmur 90:10).

Namun orang percaya tak boleh menyerah kalah dan berputus asa kerana, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13).

Bukan perihal besar atau kecil, berat atau ringan masalah yang dihadapi tetapi yang penting adalah bagaimana respon dan tindakan kita ketika berhadapan dengan masalah itu. Apakah kita berputus asa dan patah semangat? Ini adalah tindakan yang akan semakin menenggelamkan kita ke dalam jurang permasalahan yang dalam. Untuk menjadi pemenang di dalam masalah yang timbul, kita harus bertahan, bersemangat dan bertindak mengikut kehendakNya.

Walaupun Elua berstatus sebagai nabi Tuhan, dia juga pernah mengalami masalah yang membuatnya hilang semangat dalam menjalani kehidupan. Walhal sebelum itu, Elia meraih kemenangan besar di gunung Karmel di mana berjaya membunuh 450 nabi baal. Ketika berita itu sampai ke Izebel, "maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: 'Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.'" (1 Raja-Raja 19:2).

Kerana ancaman Izebel ini, Elia pun menjadi sangat takut dan dia lari untuk menyelamatkan diri ke gunung Horeb. Keadaan Elia benar-benar berubah, selain lelah secara jasmani dan setelah menempuhi perjalanan sepanjang 40 hari 40 malam, dia juga mengalami kelelahan secara rohani yang membuatnya putus asa dan hilang semangat. Apakah Elia sudah melupakan Tuhan?

"Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?" Amsal 18:14. Jika kita di dalam permasalahan, jangan lupa ada tangan Tuhan yang bersedia menyelamatkan anda. Berserulah hanya kepadaNya. Kiranya Tuhan memberkati!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan